AKU YANG HAMPA

Merah senja yang tak memungkinkan
Hilang seri tertutup awan
Lukisan aksara yang dulunya menawan
Terbujur kaku tak gentayangan

Dulu aku adalah engkau
Dalam bait tinta hitamku
Kini bisu, semu dan lugu
Tanpa senyum manis indahmu

Biarlah aku melarung langkah
Dalam gelap pekat tanpa dian
Tanpa engkau iuga dia
Juga sembilu yang menguris luka

Hingga suatu masa nanti
Bila senja kembali berseri
Akan ku gantung kanvas terindahku
Bersama namamu abadi disitu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENCARI JALAN UNTUK MENDEKATKAN DIRI PADA ALLAH

Jasa Pembuatan dan Pemasangan GRC Krawangan dan Kubah Panel Sukowetan Trenggalek

Fadilah dan Keutamaan Membaca Sayyidul Istighfar